Sisa embun hujan malam menyapa dipagi yang cerah menyambut kegiatan istimewa di SMP Negeri 4 Waru. Hari itu, Sabtu, 16 November 2024, ratusan peserta didik mengenakan pakaian ihram putih berkumpul di halaman sekolah yang telah disulap menyerupai suasana Tanah Suci. Dengan penuh khidmat dan semangat antusias para peserta didik yang siap mengikuti manasik haji terpancar dari wajah mereka, setiap langkah dihari ini adalah pelajaran menuju ibadah sempurna dan pembentukan akhlak mulia. Mereka mengikuti rangkaian manasik haji, sebuah simulasi ibadah yang mengajarkan tata cara pelaksanaan rukun Islam kelima. Replika Ka’bah, Bukit Shafa dan Marwah, serta lokasi simbolik lempar jumrah, semua dihadirkan untuk menyelenggarakan kegiatan manasik haji, sebuah simulasi ibadah haji yang melibatkan seluruh peserta didik kelas 9.

Kegiatan ini yang mengusung tema “Melangkah Menuju Ibadah Sempurna, Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia” ini bertujuan untuk memberikan pengalaman praktis kepada peserta didik tentang tata cara pelaksanaan ibadah haji, sekaligus menanamkan nilai-nilai akhlak mulia yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Sejak pukul 07.00 WIB, para siswa berkumpul dengan mengenakan pakaian ihram berwarna putih, melambangkan kesederhanaan dan kesucian hati. Mereka tampak antusias mengikuti tahapan kegiatan yang telah dipersiapkan oleh panitia. Acara diawali dengan pembukaan, dilanjutkan sambutan dari Kepala Sekolah serta Ketua Panitia. Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Waru, Bapak Khoirul Huda, menyampaikan pentingnya kegiatan manasik haji sebagai bagian dari pembelajaran Pendidikan Agama Islam. Beliau mengatakan, Manasik haji ini bukan hanya tentang latihan ritual, tetapi juga menjadi media pembelajaran spiritual yang mendalam. Semoga pengalaman ini dapat menjadi bekal bagi anak-anak kita untuk memahami dan memaknai ibadah haji. “Mudah-mudahan, di masa depan, kita semua diberikan kesempatan untuk melaksanakan ibadah haji yang sesungguhnya di Tanah Suci.”, pungkasnya.

Ketua panitia, menjelaskan makna tema kegiatan tahun ini. “Melangkah Menuju Ibadah Sempurna, Mewujudkan Generasi Berakhlak Mulia” mengajarkan bahwa ibadah tidak hanya ritual, tetapi harus tercermin dalam akhlak sehari-hari. Harapan kami, peserta didik tidak hanya memahami tata cara ibadah haji, tetapi juga menjadikan kegiatan ini sebagai motivasi untuk memperbaiki diri dan menjadi generasi yang memiliki akhlak mulia” , ungkapnya.
Kegiatan dilanjutkan dengan simulasi lengkap tahapan ibadah haji yang dipandu oleh guru agama dan panitia. Setiap tahap memiliki makna mendalam yaitu memakai Ihram
peserta didik mengenakan pakaian ihram putih sebagai simbol kesucian, kesederhanaan, dan persamaan dihadapan Allah. Mengajarkan bahwa semua manusia sama dihadapan Allah, tanpa memandang status sosial, suku, golongan atau kekayaan. Tawaf, peserta didik melakukan tawaf mengelilingi replika Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan berdoa disetiap putarannya. menjadikan Allah sebagai pusat hidup dan mengingatkan untuk selalu mendekatkan diri kepada-Nya. Wuquf di Padang Arafah, Para peserta didik melaksanakan simulasi wuquf dengan duduk di area yang telah ditentukan sambil mendengarkan ceramah dari guru agama, ini adalah momen kita introspeksi diri untuk memohon ampunan, berdoa apa yang menjadi keinginan dan memperbaiki hubungan dengan Allah serta sesama. Sai, berjalan bolak-balik antara Bukit Shafa dan Marwah sebagai simbol perjuangan Siti Hajar mencari air untuk anaknya, Nabi Ismail. Mengajarkan pentingnya usaha maksimal dan penuh pengorbanan yang disertai tawakal kepada Allah untuk mendapatkan sebuah keberhasilan. Lempar Jumrah, Peserta didik melemparkan batu kecil melambangkan perlawanan terhadap godaan setan, mengingatkan pentingnya keberanian melawan hawa nafsu dan segala bentuk godaan duniawi. Tahalul, kegiatan diakhiri dengan tahalul, di mana peserta didik memotong sebagian kecil rambut mereka sebagai simbol penyucian diri, mengajarkan pentingnya memperbaiki diri dan memulai lembaran baru yang lebih baik.

Sepanjang kegiatan, para peserta didik menunjukkan semangat dan keseriusan. Mereka mengikuti setiap tahapan dengan saksama, dibimbing oleh panitia yang memberikan penjelasan detail disetiap prosesi.
“Kegiatan ini sangat bermanfaat. Saya jadi lebih memahami bagaimana ibadah haji dilakukan dan makna dibalik setiap rukun haji”, ujar peserta didik kelas 9, penuh semangat diakhir acara.
Manasik haji di SMP Negeri 4 Waru ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran yang tidak hanya mengedukasi, tetapi juga menginspirasi peserta didik untuk menjadi pribadi yang lebih baik. Dengan kegiatan ini, diharapkan para peserta didik dapat menanamkan nilai-nilai dalam kehidupan sehari-hari. Setiap langkah menuju ibadah sempurna adalah ikhtiar mendekatkan diri kepada Allah. Dalam perjalanan itu, lahir generasi yang tak hanya cerdas, tetapi juga berhias akhlak mulia. MGMPS PAI
