Makhluk Rahasia (Secret Creature)

Karya   : Althea Jocelyn Tarigan (8.1)

Di suatu desa yang bernama desa Ardonaly, ada seorang gadis yang bernama Larysa. Mata Larysa sangatlah biru seperti lautan yang luas. Mata Larysa yang unik itu membuatnya dapat melihat hal-hal yang tidak dapat dilihat orang lain. Dia sering melihat banyak peri-peri, para dwarf, beberapa elf, naga-naga berterbangan di langit yang biru, dan dia sering melihat beberapa gnome yang keluar dari tanah. Diantara semua makhluk itu, ada makhluk yang hanya dilihat 1 kali oleh Larysa. Larysa terus mencari tahu keberadaan makhluk itu.

 

Gelap. Sepi. Dingin. Itulah yang dirasakan oleh Larysa di dalam mimpinya.

Larysa… Larysa…

“Siapa disana??” tanya Larysa dalam mimpinya

Tak ada jawaban.

Sekali lagi Larysa bertanya, “Apakah ada seseorang disana?”

Nihil. Tak ada jawaban sama sekali.

Lalu sebuah cahaya melesat cepat ke hadapan Larysa. Shattt…

Larysa terbangun dengan badan yang berkeringat. “Apa yang memanggil ku tadi?” batin Larysa.

“Rysa sayang, cepat mandi lalu sarapan. Nanti kau terlambat ke sekolah” ujar wanita dari balik pintu kamar Larysa.

“Ok ma, aku akan mandi sekarang ma”

Setelah melakukan semua persiapan itu, akhirnya Larysa pergi ke sekolah dengan berjalan kaki. Di perjalanan menuju ke sekolah nya, Larysa bergumam. “Sebenarnya suara siapa di mimpi ku tadi??” gumam Larysa. Lalu dia kembali melanjutkan perjalanannya dan bersekolah.

 

Sesampainya di rumah, dia menonton televisi dan dia melupakan kejadian di mimpinya secepat setelah dia menonton acara televisi favoritnya.

“Rysa, ayo makan” panggil Mama.

“Iya ma, bentar lagi film nya selesai” jawab Larysa

Larysa menyelesaikan acara televisinya lalu makan bersama keluarganya. Waktu berjalan begitu cepat hingga akhirnya waktu tidur pun tiba.

Larysa teringat kejadian di mimpinya. “Semoga aku akan bertemu suara yang memanggil ku itu” ucap Larysa.

 

Larysa kembali bermimpi tentang hal yang sama. Gelap, sepi, dingin. Keadaan yang sama seperti saat dia bermimpi kemarin malam.

Dan benar, ada suara yang memanggil Larysa lagi.

Larysa… Larysa…

Larysa berjalan mengikuti arah datangnya suara itu. Dia berjalan ke arah cahaya putih, melewati kekosongan, dan akhirnya Larysa masuk ke dunia yang sangat berbanding terbalik dari tempat yang dia lewati tadi. Dia melihat banyak sekali  yeti, bigfoot, white wolf, snow owl, dan beberapa hewan salju lainnya. Saat sampai disana, Larysa hampir melupakan tujuan utamanya.

Larysa… Larysa… Kemarilah…

Larysa yang mendengar suara itu cepat-cepat menanyakan kepada setiap penghuni di snow land. Tetapi tidak ada satupun yang merasa bahwa mereka memanggil Larysa. Larysa mulai kelelahan mencari makhluk yang memanggilnya.

“Bahkan aku menghabiskan banyak waktu hanya untuk mencari suara itu, capek…” keluh Larysa.

Larysa… Aku memanggilmu… Kenapa kau tidak menjawabku?…

“Ahh, aku mendengar suaranya lagi”

Rasa penasaran Larysa untuk bertemu dengan pemilik suara itu mengalahkan rasa capai nya. Larysa berlari kearah suara itu hingga dia sampai di sebuah Istana Es yang sangat indah. Istana itu dijaga oleh beberapa Bigfoot. Larysa sempat ketakutan untuk memasuki Istana itu tetapi Bigfoot itu mengijinkan untuk memasuki Istana itu.

“Wah, Istana yang sangat indah” kagum Larysa

“Akhirnya kau datang juga Larysa…”

“Siapapun kau, bisakah kau menunjukan wajahmu??” tanya Larysa sopan.

“Sayangnya, kau tidak bisa melihatnya Larysa…Tapi kau bisa menebak ku dari ciri-ciri yang kuberikan”

“Rambutku berwarna putih, bajuku berwarna putih dan biru, dan aku adalah seorang Ratu” lanjut wanita itu.

Larysa sedikit terkejut karena ternyata yang memanggilnya adalah seorang Ratu. Setelah sedikit terkejut Larysa kembali menanyakan pertanyaan.

“Ehm, apakah maksud mu memanggilku kesini??” tanya Larysa sopan

“Aku hanya ingin memberimu sebuah coklat buatanku kepadamu. Ambilah di meja itu.”jelas Ratu.

Larysa mengambil coklat itu lalu secara tiba-tiba Ia terbangun.”Ahh, aku sudah kembali lagi” ucap Larysa sedih.

Kemudian saat dia menoleh ke meja sebelah tempat tidurnya dia melihat coklat yang diberi oleh Ratu itu. Dia sangat senang, dia memakannya dan memikirkan siapakah Ratu itu.

“Tunggu sebentar, apakah itu Ice Queen yang selama ini kucari-cari?” tebak Larysa. “Sepertinya aku telah bertemu dengan Ice Queen tanpa sengaja untuk yang kedua kalinya”

Setelah kejadian itu, Larysa menjadi lebih sering bertemu dengan Ice Queen di dalam mimpinya. Tidak ada seorang pun yang tau tentang ini. Kisah ini hanya milik Larysa, para mythical creature, dan Ice Queen.

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *